Papua Barat

Sasi Adat Dibuka, Aktivitas Seismik bp Indonesia di Perairan Arguni Dapat Berlanjut

501
×

Sasi Adat Dibuka, Aktivitas Seismik bp Indonesia di Perairan Arguni Dapat Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Pemkab Fakfak
Prosesi Pembukaan Sasi Adat Proyek Seismik Yang Berlangsung di Kampung Taver Distrik Arguni, Prosesi Adat Pembukaan Sasi Ini Dihadiri Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik Bersama Unsur Forkopimda. Selasa (10/03/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK –  Aktivitas eksplorasi seismik di perairan Arguni, Kabupaten Fakfak, kini dapat dilanjutkan. Hal ini menyusul dibukanya sasi adat (kera-kera) oleh warga petuanan Arguni melalui prosesi adat  yang berlangsung di kediaman Raja Arguni, Hanafi Pauspaus, di Kampung Taver, Selasa (10/03/2026).

​Prosesi adat pembukaan kera – kera (Sasi adat) yang menghalangi proyek seismik di perairan Arguni dihadiri langsung oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, jajaran Forkopimda, para Asisten Setda dan Kepala OPD, Staf Khusus Bupati, serta tokoh adat setempat. Pembukaan sasi ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh tokoh masyarakat, adat, pemuda, dan perempuan bersama Pemerintah Daerah.

​Dalam prosesi tersebut, warga petuanan Arguni menyampaikan syarat keberlanjutan operasional, kepada bp Indonesia untuk pembayaran Kompensasi sebesar Rp2 Miliar kepada nelayan terdampak langsung.

Dengan dibukanya sasi adat tersebut, masyarakat petuanan Arguni meminta agar  Koperasi Enenem Jaya yang berada di Arguni dapat dioperasikan kembali agar agar hasil tangkapan nelayan di Arguni dapat disalurkan ke LNG Tangguh.

Proses Pembukaan Sasi Adat di Lokasi Seismik Perairan Arguni, Fakfak. Proses Pembukaan Sasi Adat Ini Dilakukan Para Tokoh Masyarakat Petuanan Arguni. Selasa (10/03/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

Menanggapi proses pembukaan palang di lokasi seismik yang telah dilakukan pada Selasa siang (10/03/2026), ​Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, kepada awak media, menegaskan pembukaan sasi ini sangat penting bagi ketahanan energi nasional. Saat ini, cadangan migas di wilayah Arguni tercatat hanya sekitar 1,3 TCF.

​”Eksplorasi seismik ini sangat penting untuk menemukan cadangan baru guna menambah kapasitas lapangan Ubadari. Targetnya, pada tahun 2028 produksi sudah bisa berjalan sesuai rencana,” ujar Samaun Dahlan, usai menghadiri proses adat pembukaan sasi di Kampung Taver, Distrik Arguni.

​Bupati menambahkan guna memastikan kegiatan seismik di perairan Arguni dapat kembali berjalan, maka hasil pencabutan sasi ini akan segera dilaporkan ke SKK Migas dan bp Indonesia agar kapal seismik dapat kembali beroperasi di wilayah Arguni.

​Pemerintah Daerah berharap seluruh masyarakat Distrik Arguni dan Kabupaten Fakfak memberikan dukungan penuh terhadap investasi migas ini. Keberhasilan proyek ini diyakini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi daerah, di antaranya; ​Peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) migas, ​Penyerapan tenaga kerja lokal,  dan ​Stimulus ekonomi bagi sektor-sektor pendukung di Fakfak, tutup Samaun Dahlan. (Enrico Letsoin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *