Kasat Reskrim Polres Fakfak IPTU. Handam Samudro, STK, SIK. Kamis 16 November 2021. FOTO : RICO LET’s./PAPUADALAMBERITA.COM.
Gadis 18 Tahun Yang Ditemukan Terbujur Kaku Dan Sudah Tak Bernyawa Tak Jauh Dari Rumahnya. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM.
PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Selasa (14/12/2021) sekitar pukul 18.00 WIT warga kampung Wurkendik Distrik Fakfak Barat Kabupaten Fakfak Papua Barat dihebohkan dengan penemuan sesosok jasad wanita berusia 18 tahun yang diduga masih pelajar.
Perempuan berusia 18 tahun dengan insial SH itu ditemukan warga tak jauh dari rumahnya kurang lebih berjarak 100 meter, saat ditemukan kondisi gadis malang itu tubuhnya terbaring kaku diatas tanah menghadap keatas, mulut berbusa, pakain basah.
Gadis 18 tahun yang ditemukan mengenakan pakaian lengkap dengan celana pendek warna biru dan baju coklat bermotif, disamping tubuhnya yang kaku ditemukan sebuah telephone genggam (Hand Phone) merek Samsung warna putih.
Penemuan jenasah gadis berusia 18 tahun berinisial SH itu yang sempat menghebohkan warga Kampung Wurkendik Distrik Fakfak Barat, ternyata juga mengebohkan Netizen pasalnya setelah ditemukan gadis tak bernyawa itu, beredar pesan korban di media sosial (Medsos) akun Facebook bernama Shofy.
Di alamat akun facebook bernama Shofy yang diduga akun tersebut milik korban, SH menuliskan pesan terakhirnya, “Iyo waaa (iyo sudah) bt (beta = saya) jga tau diri beta ini hidup hnya bikin susah kam (kamu) hanya bikin malu kam Hnya kam pu anak Sasti dng (dengan) Denis sja yg slalu kam bangga2kan slalu bt yang salah, bt bajalan dpt marah diam di rma (rumah) dapat mara (marah) pi (pergi) tetangga pu rma dpt (dapat) mara, diam dlm (dalam) kamar sja dapat mara, Marah sedikit sja bicara Sa (saya) sampe su (sudah) kaya (seperti) perempuan tra (tidak) betul, Sa jga manusia Sa jga pnya perasaan. Klo memang Sa hidup hnya bikin susah Kam, Iyo sda hai ini trakhir Kam liat Sa Kam mara Sa Kam bicara Sa. Klo (kalau) nanti Sa su mati jang menangis e e e jng bikin Sa pu pemakaman buang Sa pu mayat sja Di air laut karna Sa ini tra punya keluarga. Buat Kam semua yg ada baca Sa pu postingan ini klo Sa ada salah yg Sa sengaja maupun tdk bt minta mff (maaf) smoga Kam bisa kasih maaf bt”.#RipSofiyaniHobrouw.
Postingan akun facebook dengan pesan tersebut terdapat beberapa imoji dan postingan pesan pada akun facebook yang diduga milik gadis tersebut mendapat tanggapan yang beredar sehari setelah ditemukannya jenasah gadis 18 tahun tersebut.
Ini Pesan Terakhir Korban Yang Diposting di Facebook Sehari Sebelum Gadis 18 Tahun Itu Ditemukan Tak Bernyawa./PAPUADALAMBERITA.COM.
Pesan terakhir yang disampaikan akun Facebook yang diduga milik gadis malang itu, mungkin hgarus dimaknai sebagai pesan moral bagi setiap orang tua dalam mendidik, memberikan kasih sayang ke pada anak – anaknya dengan tidak memilih kasih.
Agar anak – anak yang masih butuh perhatian dan kasih sayang tidak merasa tertekan dan tidak merasa ada pilih kasih dari orang tua. Dalam memberikan pendidikan maupun perhatian orang tua juga harus mampu menjamin keselamatan anak di rumah maupun di luar rumah.
Sebagai orang tua harus membagi kasih sayang secara merata. Jangan sampai ada anak yang merasa tersisihkan karena perlakuan orangtua yang berbeda. Peranan orang tua dalam psikologi anak adalah untuk memberi bimbingan, arahan dan bantuan kepada anak dalam berbagai hal sehingga anak dapat melalui proses belajar dengan baik dan terarah.
Kapolres Fakfak AKBP. Ongky Isgunawan, SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Fakfak, IPTU. Handam Samudro, STK, SIK, kepada papuadalamberita.com. Kamis (16/12/2021) sebelum konfersi pers perkembangan penangan kasus Curanmor di Mapolres Fakfak, membenarkan, status facebook yang diposting korban sehari sebelum ditemukan jasadnya.
“Benar, itu pesan korban yang diposting sehari sebelum ditemukan jasadnya yang tak jauh dari rumahnya berkisar kurang lebih 100 meter”, ungkap Kasat Reskrim Polres Fakfak IPTU. Handam Samudro, STK, SIK.
Dengan kejadian tersebut, untuk sementara penyidik menduga gadis 18 tahun itu bunuh diri karena setelah penemuan jenasah gadis 18 tahun dengan insial SH itu, keesokan harinya ketika dilakukan olah TKP, penyidik Polres Fakfak menemukan cairan warna putih dalam gelas warna biru dan sebuah sendok.
Cairan tersebut menurut Kasat Reskrim IPTU. Handam Samudro, sementara diduga cairan insektisida yang juga diduga digunakan korban SH untuk mengakhir hidupnya di usai 18 tahun.
Namun untuk memastikan dugaan sementara korban bunuh diri menggunakan cairan yang diduga insektisida, Kata IPTU. Handam Samudro, penyidik masih melakukan penyelidikan guna memastikan dugaan tersebut.(RL 07)













