Papua Barat

Tokoh Ini Soroti Rekrutmen ASN Pemprov Papua Barat, Begini Penjelasan Sekda Fonataba

315
×

Tokoh Ini Soroti Rekrutmen ASN Pemprov Papua Barat, Begini Penjelasan Sekda Fonataba

Sebarkan artikel ini
AntonWworobai (berdiri, red) memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat pada buka puasa bersama Kapolda Papua Barat dengan tokoh-tokoh, BEM dan Ormas di Aston Niu Hotel Manokwari, Sabtu (6/4/2024). FOTO: RUSTAM MADUBUN. PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Intelektual Kabupaten Manokwari yang juga Ketua Komunitas Ojek Bintang Nusantara Anton Worobai menyoroti proses rekrutmen atau seleksi calon Aparatur Sipili Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua Barat yang terkesan kurang Orang Asli Papua (OAP) dan kurang transparan.

Baca juga: Kapolda Papua Barat Pastikan Penerimaan Bintara Polri 2024, Kuota OAP 70 Persen, Non OAP 30 Persen

Sorotan itu terungkap saat sesi dialog tokoh agama, tokoh adat tokoh pemuda, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) seusai buka puasa  bersama yang digelar Kapolda Papua Barat Irjen Pol Jhonny Edizon Isir SIK, MTCP di Aston Niu Hotel Manokwari, Sabtu (6/4/2024).

Sebelum Ia menyoroti itu, lebih awal Kepala Suku Besar Arfak Drs Dominggus Mandacana, MSI yang berkesempatan pertama membuka dialog lintas tokoh itu memberi saran pada Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari untuk selalu memperhatikan kuota Orang Asli Papua (OAP) dalam setiap rekrtutmen anggota TNI dan Polri di Papua Barat.

Yang mana, selama ini rekrutmen anggota TNI, Polri Kodam dan Polda telah banyak memberikan kontribusi kepada OAP untuk mengabdi untuk bangsa dan negara melalui TNI dan Palri.

Pernyataan Kepala Suku Besar Arfak itu dilanjutkan oleh Anton Worobai dengan memberikan sorotan kepada Pemprov Papua Barat.

Baca juga: Kapolda Buka Puasa Bersama Para Tokoh, Ustadz  Ramli Ingatkan Jangan Terpecah Belah

‘’Saya tertarik dengan pernyataan Bapak Dominggus Mandacan, Saya ikut perkembangan, setiap tahun ada penerimaan TNI Polri itu ada kuota-kuota tertentu untuk OAP, tetapi penerimaan ASN ini menjadi masalah besar, saya bukan ASN, tetapi Saya kesal,’’ ujar Worobai dihadapan tokoh pada buka puasa bersama Kapolda Pangdam dan para tokoh.

‘’Aturan jelas, tetpai terakhir penentuan tidak jelas, contoh konkrit sampai hari ini masih ada yang namanya honor  bermasalah, ada Bapak Pj Sekda saya berharap ini diperhatikan, jangan hanya TNI Polri yang menjadi prioritas,’’ tegas Worobai.

Ia mengatakan, ASN ini hanya menjadi pembiaran, mengakibatkan terjadinya demonstrasi, semoga harapan menjadi catatan besar untuk pemerintah.

‘’Kalau ada Otsus untuk TNI dan Polri, kenapa ASN-nya ditenggelamkan, dengan perbandingan OAP Non OAP 80 : 20 itu hanya di atas angka, tetapi fakta yang terjadi tidak ada,’’ bebernya.

Sekda Papua Barat Yacob Fonataba memberikan penjelasan atas masukan dari Anton Worobai kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat pada buka puasa bersama Kapolda Papua Barat dengan tokoh-tokoh, BEM dan Ormas di Aston Niu Hotel Manokwari, Sabtu (6/4/2024). FOTO: RUSTAM MADUBUN. PAPUADALAMBERITA.

Sekda Papua Barat Dr Ir Yacob S Fonataba, MSI mewakili penjabat gubernur hadir pada pertemuan itu langsung menanggapi saran dan usul Anton Worobai.

Sekda mengatakan, rekrutmen ASN merupakan program pemerintah tiap tahun dan selalu memperhatikan terkait kuota OPA dan selalu melakukan pembenahan.

‘’Tadi mungkin disinggung tentang perekrutan ASN Ini program rutin pemerintah, pemerintah memperhatikan itu, dan kita selalu melakukan pembenahan – pembenahan terhadap perekrutan dengan ,emgikuti regulasi yang dibuat pemerintah pusat,’’ jelas Sekda Fonataba.

‘’Kita (pemerintah provinsi,red) juga memperhatikan aturan dalam undang-undang Otsus, terima kasih adik Warobay, saya ketika menjabat, saya memperhatikan porsi-porsi OAP dan kita lakukan,’’ sambungnya.

Sekda menegaskan, program Pemerintah Provinsi Papua Barat terus berlangsung, bukan hanya perekrutan tenaga honorer, banyak program seperti infrastruktur sosial dan ekonomi harus terus berjalan.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *