PAPUADALAMBERITA.COM, JAKARTA – Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan
Emrus Sihombing menilai ungkapan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus
Harimurti Yudhoyono (AHY) yang tidak setuju terkait bagi-bagi kursi menunjukkan
koalisi capres 02 tidak solid.
“Ketidaksetujuan Agus itu diungkapkan ke ruang publik, artinya ada
ketidaksinkronan di internal koalisi dalam hal pembagian kekuasaan
tersebut,” ujar Emrus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Hal itu disampaikannya menanggapi kegusaran Agus, Selasa, saat berkampanye di
Cirebon, Jawa Barat, menyebut koalisi partai pendukung capres 02 tidak elok
untuk meributkan pembagian kursi kabinet di saat pemilu belum digelar.
“Saya khawatir justru isu semacam ini (bagi-bagi kursi menteri) bisa
melukai rakyat,” kata AHY, politikus muda Partai Demokrat tersebut.
Emrus mengatakan, tidak ada pesan politik di ruang hampa, pasti ada agenda
politik Partai Demokrat di sana.
“Pesan Agus itu dimaknai publik, bisa dari sisi ideologisnya, tapi bisa
pula dimaknai ketidaksetujuan Agus pada bagi-bagi kekuasaan itu. Demokrat tidak
setuju karena pembagian kekuasaan itu tidak sesuai dengan kepentingan politik
mereka,” ujar Emrus memaknai sikap Partai Demokrat tersebut.
Sebagai akademisi pascasarjana di Universitas Pelita Harapan, Emrus mengaku
cukup kaget atas pernyataan politik Agus tersebut karena pernyataan itu keluar
di detik-detik terakhir jelang pemungutan suara 17 April 2019.
Secara khusus, Emrus menyoroti penggunaan kalimat ‘melukai hati rakyat’ yang
digunakan Agus.
Ia menilai kalimat itu justru akan merugikan capres 02, sementara Partai
Demokrat masih berada di koalisi partai pendukung capres 02. Sebaliknya,
kalimat itu justru menguntungkan capres 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
“Dari segi komunikasi politik, itu suatu pilihan kata yang menguntungkan
capres 01 dan merugikan capres 02. Pernyataan ini menunjukkan ada sesuatu di
internal koalisi capres 02. Ini indikasi adanya ketidaksolidan di internal
koalisi,” papar Emrus.
Secara politik praktis, sambungnya, tidak tertutup kemungkinan Partai Demokrat
mengubah haluan politiknya dengan pindah dukungan ke capres 01. Apalagi
kader-kader Demokrat di daerah sudah secara terang-terangan ada yang menyatakan
dukungan ke capres 01.
“Saya kira masih ada kesempatan bagi Agus Yudhoyono untuk secara eksplisit
mendeklarasikan dukungan nyata kepada capres nomor 01. Lewat pesannya itu,
Demokrat sudah mengarah ke nomor 01. Masih ada kesempatan di detik-detik
terakhir,” kata Emrus.(ant)