
PAPUADALAMBERITA.COM. JAKARTA – Badan Urusan Logistik (Bulog) mewaspadai dan
mengantisipasi fluktuasi harga telur ayam di pasar ketika memasuki bulan
Ramadhan hingga lebaran.
“Kemungkinan telur. Tapi kita sudah berusaha, karena peternak ayam petelur
sudah siap juga,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso usai
menghadiri acara di Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan Bulog sudah kerja sama dengan para peternak
telur ayam. “Kita sudah membeli mereka. Sudah pesanlah. Tapi kita mintanya
untuk produksi bulan ini,” kata Budi Waseso.
Terkait operasi pasar, Budi menjelaskan bahwa belum ada rencana operasi pasar
besar-besaran, sebab menurutnya harga dinilai masih bisa dikendalikan.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan bahwa pasokan
sembilan bahan pokok (sembako) menjelang bulan puasa sudah mencukupi.
“Secara umum sembilan bahan pokok semuanya sudah siap,” kata Budi
Waseso (Buwas).
Buwas menyampaikan hal itu seusai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden
Joko Widodo membahas Persiapan Menghadapi Idul Fitri.
“Apalagi beras, sekarang sudah 2,1 juta ton, gula sudah banyak, jagung
masih, jadi minyak kita punya stok 2 juta sekian, jadi sudah mumpuni lah,”
kata Buwas.
Dengan kecukupan suplai bahan pangan tersebut, operasi pasar, menurut Buwas,
belum diperlukan.
“Sementara ini tidak ada operasi pasar, kalau lihat saja gejolak nanti
harga naik karena kebutuhan banyak, kita langsung turunkan operasi untuk
intervensi. Daging ayam sudah punya banyak, daging kerbau sudah punya banyak,
tinggal nunggu perintah nanti, begitu ada kenaikan yang signifikan yang
meresahkan masyarakat, ya kita turunkan,” ungkapnya.(antara/pdb)













