fbpx
Tim identifiaksi Polres Raja Ampat sedang mengidentifikasi korban di tempat kejadian, Senin (1/6/2020). FOTO: DOKUMENTASI POLRES RAJA AMPAT/HUMAS POLDA PAPUA BARAT/papuadalamberita.com.  PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Seorang... Dengan Tali Simpul Hidup Seorang Pemuda di Waisai Akhiri Hidupunya

Tim identifiaksi Polres Raja Ampat sedang mengidentifikasi korban di tempat kejadian, Senin (1/6/2020). FOTO: DOKUMENTASI POLRES RAJA AMPAT/HUMAS POLDA PAPUA BARAT/papuadalamberita.com.

 PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Seorang pemuda beralamat di Belakang PLN Waisai Raja Ampat Papua Barat ditemukan tewas gantung diri di kontrakannya, diduga dengan tali simpul hidup pemuda itu mengakhiri hidupnya.

‘’Senin (1/6/2020)  sekitar pukul 13.09 WIT di rumah kontrakan milik Mezak Hematang yang beralamat Belakang PLN Kelurahan Waisai Kota Distrik Waisai Kabupaten Raja Ampat telah ditemukan masyarakat yang bunuh diri,’’ jelas Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Kasyarakat (Humas) Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey kepada wartawan, Senin (1/6/2020).

Kata Kabid Humas Polda Papua Barat, korban Ongen Aiba (20) pekerjaan tidak ada asal Maluku Utara beralamat Belakang PLN Waisai

Saat kejadian pemilik rumah kontrakan adalah Mezak Hematang (38 tahun) ASN Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Raja Ampat, Alamat Belakang PLN Waisai tidak ada ditempat kejadiaan.

‘’Sekitar pukul 12.00 WIT, saksi PH (18) setelah pulang dari pasar memanggil korban untuk makan siang namun tidak direspon korban sehingga Ia mengambil inisiatif mendobrak pintu kamar Korban dan didapati Korban telah gantung diri,’’ ujar AKBP Mathias Krey.

Kabid Humas Polda Papua Barat melanjutkan, bahwa setelah melihat kejadian tersebut pemilik korntrakan memanggil Saksi dua SS (39) bahwa korban gantung diri di Kamar di mana saksi II mendatangai kamar korban dan melihat korban sudah tergantung.

‘’Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong dimana pemilik rumah sedang tidak berada di rumah dikarenakan pemilik rumah sedang bekerja dan yang di rumah hanya Saksi PH,’’ jelas KAbid Humas.

AKBP Mathias Krey menjelaskan, sesuai laporan yang diterima dari Polres Raja Ampat bahwa. dari hasil olah tempat kejadian oleh Tim Identifikasi Polres Raja Ampat ditemukan fakta bahwa korban diduga melakukan bunuh diri menggunakan tali tambang plastik (± 1,5 meter) yang diikat di atas plafon simpul hidup, dengan posisi lutut menyentuh lantai di mana saat korban ditemukan lidah korban keluar dan keluar cairan dari alat kemaluan di perkirakan korban telah meninggal lebih dari 4 jam.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!