PAPUADALAMBERITA.COM, Manokwari – Suaranya lantang, giginya putih tersusun rapi, seakan menyempurnakan dagunya yang oval membuat Ia benar-benar manis ketika senyumnya ditebar. Tidak heran, jika... Ellen Aragai, Perempuan Papua yang Wakili Indonesia di Kontes Kecantikan Dunia Tampil di Millennial Festival
GUBERNUR Papua Barat, Dominggus Mandacan, Kapolda Papua Barat, Rudolf Alberth Rodja dan Finalis Miss Indonesia, Ellen Aragai di Tribun VVIP Millennial Road Safety Festival, Manokwari, Sabtu (2/2).FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM, Manokwari – Suaranya lantang, giginya putih tersusun rapi, seakan menyempurnakan dagunya yang oval membuat Ia benar-benar manis ketika senyumnya ditebar.

Tidak heran, jika Ia mewakil Indonesia dalam kontes kencantikan internasional, face of beauty International 2018 di India.

Pemilik rambut ikal berwarana pirang merupakan perempuan asli Papua pertama yang mewangikan nama Indonesia di kasta tertinggi dunia kecantika wajah.

Balutan lipstick merah memutar bibirnya yang berbentuk bulan sabit menjadi pemandangan tersendiri di pangung VIP pada Millennial Road Safety (MRS) Festival di Lapangan Borasi, Manokwari Papua Barat (2/2/2019).

Dari Kejahuan beberapa kali Ia harus bersahut-sahutan dengan Yewen Komika karena keduanya tampil sebagai MC yang diboyong EO dari Jakarta dalam hajatan kampanye tertib berlalulintas.

‘’Kepada bapak gubernur Papua Barat, bapak Kapolda Papua Barat para undagan sekalian dipersilahkan ke garis star untuk acara color fun walk, disana sudah ada teman saya yang akan memandu acaranya, Yeweeeeeeeeeeen,’’ sahut runner-up Miss Indonesia2014, Ellen Rachel Aragay memperisilahkan.

EO memang menyediakan empat MC untuk memandu jalannya acara, dua diantaranya Yewen Komika dan Ellen Aragai.

Tibanya pada pengundian hadia utama dua sepeda motor, Ellen yang tampil berjaket parasut biru mudah dengan balutan kaso dalam hitam sedikit terbuka membuat dadanya yang bidang dan putih ikut menggoda setiap mata yang melihatnya.

Ia kemudain mempersilahkan gubernur dan Kapolda untuk mengambil satu persatu kupon yang di tempatkan dalam tabung kaca persegi empat itu. Secara bergantian kedua pejabat teras ini mengambil kupon dan membacakan nomornya, namun tidak kunjung nomor yang dibacakan keluar.

Setelah melalui waktu panjang dan lama akhirnya keluar dua nomor kupon yang pemliknya masih duduk di bangku SMP, masing-masing berhak memperoleh satu kendaraan bermotor.

ELLEN Aragai saat tampil di ajang Miss Indonesia.FOTO: album ellen aragai.

Siapa itu Ellen Aragay? Perempuan sederhana, ramah dan supel ini pada 2018 merupakan perempuan asli Papua pertama yang mewakili Indonesia dalam kontes kencantikan internasional, face of beauty International 2018 di India.

Ellen adalah alumni International Miracle Institute, Florida, Amerika Serikat pernah aktif sebagai pebasket dan ikut dalam Kejuaraan Basket ASEAN U-18 di Vietnam pada 2007 lalu, wawasan dan pengetahuan umum yang mumpuni, tidak membuatnya jumawa.

Kaka kita selfie ka? ‘’Oh ia sialahkan, ‘’ jawabnya kepada sejumlah generasi Millennial yang ingin mengabadikan kenangan bersamanya.

Bahkan tidak hanya generasi millennial, Ia pun menjadi rebutan foto, termasuk kalangan orang dewasa. ‘’Makasih ya ade,’’ sahut sejumlah bapak-bapak. ‘’Ia makasih Om,’’ balasnya.

ELLEN Aragai foto selfie bareng papuadalamberita.com.FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

 ‘’Ade permisi, boleh selfi ka,’’ tanya saya. ‘’Oh boleh,’’ jawabnya, papuadalamberita,com pun berkesempatany berselfie dengan nya.

Tidak hanya dipotret-memotret Ia menjadi pilihan peserta MRS Festival, tetapi soal goyang-mengoyang dengan iringan lagu, Ia ikut berbaur bersama sejumlah polisi wanita Polda PB dan warga Manokwari.

Seperti yang pernah di lansir BBC Indonesia, Ellen kepada Ata Hasegem yang mewawancarainya untuk BBC Indonesia mengatakan, Papua, tempat asalanya, sampai sekaang masih menjadi daerah yang dirundung banyak persoalan politik dan keamanan. Namun Ellen memutuskan untuk tidak membicarakan hal itu di India.

“Saya tidak akan banyak bicara masalah konflik atau apa, karena bukan di Papua saja yang punya konflik kayak gitu. Di belahan dunia lain juga punya konflik seperti itu,” Ellen beralasan.

Ia memutuskan melihat dari sudut pandang lain, yakni profesinya sebagai guru akan menjadi dasar yang kuat untuk mengembangkan dunia pendidikan di Papua, khususnya dalam bidang Bahasa Ingggris.

Menurut Ellen, kesertaannya dalam kontes kecantikan itu menegaskan bahwa orang Papua setara dengan warga Indonesia lain, dan warga dunia lain.

“Kita sama saja, punya daya saing, prestasi, dan kreatifitas yang tak kalah dibandingkan dengan puteri lainnya di dunia. Seperti kecerdasan intelektual dan kemampuan bersosialisasi,” katanya.

Ellen mengatakan, kesertaannya dalam kontes ini juga merupakan semacam perjuangan pribadi.

“Dulu, saat pindah pertama kali ke Jakarta, saya pernah menjadi korban perundungan karena warna kulit dan rambut yang begini sebagai orang Papua,” katanya.

Waktu itu ia masih SMP, dan belum begitu siap mengalami diskriminasi dan perisakan seperti itu. “Saya sempat mogok tidak mau sekolah, sampai tiga bulan.”

Tapi kemudian ia menggunakannya sebagai motivasi untuk berprestasi.

“Saya berjuang, saya bisa masuk kelas inti di sekolah, saya lulus dengan nilai saya yang bagus. Jadi saya membuktikan,” katanya sembari tertawa.(rustam madubun)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *