Papua

Gubernur Papua Pegunungan Serukan “Lima Pesan Tiom untuk Pemilu Damai”

713
×

Gubernur Papua Pegunungan Serukan “Lima Pesan Tiom untuk Pemilu Damai”

Sebarkan artikel ini
Penjabat Gubernur Papua Pegunungan bersama Forkopimda di Lani Jaya. FOTO: HUMAS PAPUA PEGUNUNGAN.

PAPUADALAMBERITA.COM.TIOM LANNI JAYA Pemilihan Umum adalah momentum terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menentukan arah perjalanan pemerintahan dan pembangunan nasional dan daerah, termasuk di Provinsi Papua Pegunungan.

Sebagai Provinsi baru di Tanah Papua, semangat otonomi khusus Papua adalah memberi perlindungan, pemberdayaan dan percepatan (dalam konteks afirmasi/keberpihakan) bagi Orang Asli Papua (OAP).

Untuk itu, dalam memasuki hari-hari menuju Pemilu, tanggal 14 Februari 2024 dan pasca hari pencoblosan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyampaikan pesan, ajakan, dan harapan kepada semua pihak, termasuk seluruh masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan.

Kelima seruan yang disampaikan Pj Gubernur Pegunungan Velix Wanggai dalam siaran persnya yang diteruima papuadalamberita.com Sabtu adalah sebagai berikut:

Pertama, sebagai provinsi baru, Pemilu 2024 adalah momentum strategis yang pertama kali dalam sejarah kepolitikan di Provinsi Papua Pegunungan.

Oleh sebab itu, semua penduduk Papua Pegunungan yang telah memiliki hak pilih pada Pemilu 2024 diminta ikut berpartisipasi melaksanakan pesta demokrasi ini dengan aman, lancar, bebas dan damai.

Iklim yang damai juga menjadi prasyarat bagi percepatan pembangunan Papua Pegunungan.

Kedua, menjadikan Pemilu 2024 sebagai momentum politik sukacita, penuh suasana kekeluargaan dan kebersamaan di tengah keberbedaan dan keragaman pilihan politik.

Penjabat Gubernur Papua Pegunungan bersama Forkopimda di Lani Jaya. FOTO: HUMAS PAPUA PEGUNUNGAN

Ketiga, sebagai bagian dari identitas dan jatidiri orang asli Papua Pegunungan, Pemilu 2024 adalah ruang kesempatan utama bagi wakil orang asli Papua Pegunungan di arena pengambilan kebijakan di legislatif baik di tingkat nasional, provinsi dan maupun kabupaten.

Karena itu, keterwakilan OAP di lembaga legislatif merupakan langkah rekognisi dan eksistensi peran OAP dalam politik keindonesiaan.

Keempat, dalam konteks kekhususan Papua, kiranya semua pihak dapat memahami bahwa Pemilu 2024 di Provinsi Papua Pegunungan dilaksanakan dalam dua pola, yaitu pemungutan suara secara lamgsung one man one vote dan pemungutan suara noken, guna mendudukkan wakil-wakil OAP di kursi legislatif yang memiliki kompetensi, berkualitas, dan benar-benar menyuarakan kepentingan Papua Pegunungan.

Kelima, menjadikan Pemilu 2024 sebagai arena kompetisi gagasan, ide dan rencana program. Karena sesungguhnya, setelah Pemilu ( beyond election), para wakil OAP di legislatif akan berperan merumuskan kebijakan percepatan pembangunan Papua Pegunungan yang lebih baik di masa depan.(rls/tam)

Penjabat Gubernur Papua Pegunungan menyapa anak-anak TK PAUD di Lani Jaya. FOTO: HUMAS PAPUA PEGUNUNGAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *