NasionalPapuaPapua BaratPapua Barat Daya

Kapolresta Berharap Kasus Pembunuhan Aresty Jadi yang Terakhir

443
×

Kapolresta Berharap Kasus Pembunuhan Aresty Jadi yang Terakhir

Sebarkan artikel ini
Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan, S.I.K. didampingi Kasat Reskrim AKP Agung Gumar Samosir, Kanit Pidum Ipda Eron Wanma, Kanit Timsus Aiptu Steven Yeuyanan, Kanit Tekap Aipda Jhon Sada, dan Kasi Humas Ipda Ismanto memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolresta Manokwari, Rabu (12/11/2025).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI-Kapolresta Manokwari Kombes Pol. Ongky Isgunawan, SIK berharap kasus pencurian dan pembunuhan disertai kekerasan yang dilakukan tersangka Yahya Himawan (29) terhadap Aresty Gunar Tinarga (38), di Reremi Puncak Manokwari pada Senin (10/11/2025) menjadi peristiwa terakhir di Manokwari, Papua Barat.

Baca juga: Diusung Rekan Bea Cukai, Aresty Pulang ke Tanah Kelahiran dalam Duka

‘’Kita berdoa mudah-mudahan ini adalah kasus yang terakhir dan jangan sampai ada yang mencontohi atau meniru, tegas Kapolresta saat press release di Polresta Manokwari, Rabu (12/11/2025).

Diketahui korban adalah  istri dari Amri Hidayat, pegawai Bea Cukai yang sedang bertugas sebagai Kepala Seksi Penjaminan Kualitas Data (PKD) di KPP Pratama Manokwari.

‘’Kita tidak mengharapkan hal-hal tersebut terjadi lagi, kita sama-sama berdoa agar tidak terulang,’’ ujar Kapolresta yang didampingi Kasat Reskrim, para Kanit, dan Kasi Humas Polresta Manokwari.

Kombes Ongky Isgunawan menyampaikan, keberhasilan jajarannya mengungkap pelaku dan menemukan korban merupakan hasil kerja keras tim gabungan.

‘’Ini kerja bersama antara Polresta Manokwari, Polda Papua Barat, Densus 88, termasuk dukungan dari jajaran Kementerian Keuangan Papua Barat,’’ ungkapnya.

Menurut Kapolresta, koordinasi dan sinergi menjadi kunci dalam penyelidikan kasus ini.

‘’Apa yang terbaik bisa kami berikan untuk masyarakat, apalagi ini berkaitan dengan nyawa manusia,’’ tegasnya.

Kapolresta juga menjelaskan bahwa pada awal penyelidikan, kepolisian sempat menduga kasus tersebut adalah penculikan.

‘’Kami berpacu dengan waktu untuk menemukan korban. Segala kekuatan kami kerahkan, termasuk menggunakan anjing pelacak untuk memberikan gambaran arah pelarian pelaku maupun keberadaan korban, jelasnya.

Menutup keterangannya, Kapolresta mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan gambar atau video yang tidak semestinya.

‘’Saya minta kita hargai yang sudah mendahului kita, hargai keluarganya, orang tua dan suaminya, untuk tidak memperpanjang kesedihan mereka,’’ pesannya.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *