PAPUADLAMBERITA.COM.MANOKWARI – Tiga institusi keamanan negara di Papua Barat, Polda Papua Barat, Badan Intelijen Negara (BIN) Papua Barat dan Kodam XVIII/Kasuari meyakinkan Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, RI DR Jeane Marie Tulung, STh, MPd, bahwa keamanan di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya kondusif.
Baca juga: Dirjen Bimas Kristen RI Bersama PJ Sekda Resmikan Maskot Pesparawi Nasional XIV 2025
Baca juga: Ini Makna Maskot Pesparawi Nasional XIV 2025, Pit the Conductor
Sehingga rencana pelaksanaan Pesparawi Nasional Ke-XIV yang akan di gelar di Manokwari Papua Barat pada tahun 2025 akan berlangsung aman dan lancar.
Pernyataan tersebut terungkap pada pertemuan Dirjen Bimas Kristen kementrian Agama RI DR Jeane Maria Tulung bersama Penjabat Sekda Papua Barat, DR Yacop S Fonataba, MSI, Wakapolda Papua Barat Brigjenpol Alfred Papare SIK, Aster Kodam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Jimmy Rihi Tugu, Kabinda Mayjen TNI Daru Cahyono, dan Bupati Manokwari, Hermus Indou, SIP, MH di lantai III Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (13/5/2024).

KABINDA:
Kabinda Papua Barat dalam paparannya mengatakan, ditunjuknya Manokwari sebagai tempat penyelenggaraan Pesparawi Nasional ke-XIV 2025 menjadi kebanggaan, ini menunjukkan pemerintah pusat sangat meyakini dan sangat mengetahui tentang situasi keamnan Papua Barat.
‘’Ditunjuknya itunjuknya provinsi kita sebagai tempat penyelenggaraan ini bukan suatu hal yang tiba-tiba atau spontan, ini sudah dipelajari jauh dan kami juga diminta masukan Manokwari bisa menjadi tempat penyelenggara itu kami jawab bias,’’ jelasnya.
Ia mengatakan, pemerintah pusat yakini kehidupan antar umat beragama di wilayah Papua Barat menjadi contoh bagi daerah lain yang ada di Indonesia.
‘’Oleh karena itu nanti dengan ditunjuk Manokwari sebagai tempat penyelenggaraan, ini tentunya menjadi tanggung jawab kita semua untuk mensukseskan Pesparawi, diharapkan Pesparawi memberi manfaat pada masyarakat Papua Barat,’’ tambah Kabinda.

WAKAPOLDA:
‘’Dri keamanan, tetentu TNI dan Polri mendukung pelaksanaan Pesparawi Nasional di Manokwari tahun 2025,’’ ujar Wakapolda.
Wakapolda menjelaskan, Papua Barat sudah melewati Pemilu presiden dan pemilu legislative, Papua Barat dan Papua Barat relatif aman, semua terselenggara dengan baik, aman dan lancer.
‘’Pelaksanaan Pesparawi yang akan dilaksanakan tahun 2025 tentu sudah melewati pelaksanaan Pemilukada di akhir tahun,’’ kata Wakapolda.
‘’Sehingga tolak ukur pelaksanaan Pemilu presiden dan legislatif menjadi acuan untuk menyukseskan Pilkada dengan aman, tentu untuk pelaksanaan Pesparawi kami percaya atas pertolongan Tuhan juga pelaksanaan Pesparawi akan terlaksana dengan aman, tertib,’’ jelas jenderal polisi bintang satu ini.
Wakapolda berpesan, pada momentum ini yang waktu pelaksanaan masih cukup panjang, disarankan kepada Sekda Papua Barat, bahwa Pesparawi bukan hanya tangungjawab bupati yang memikirkan, sehingga perlu dibentuk panitia libatkan semua instansi, supaya bisa mengupdate kesiapan menghadapi Pesparawi, sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangannya, bukan hanya panitia inti.
ASTER KODAM
‘’Penunjukan Manokwari Papua Barat menjadi tuan rumah, bagi Kodam dari sisi keamanan pertahanan suatu penghargaan, penghargaan pusat yang memandang daerah Papua sama dengan lain,’’ sebut Aster Kodam XVIII/Kasuari.
Menurut Aster Kodam XVIII/Kasuari, dari sisi keamanannya, sisi kesejahteraannya Papua Barat dianggap sama, jadi ini penghargaan luar biasa.
Aster membrikan gambaran, bahwa operasi yang dilaksanakan Kodam Kasuari di tiga satuan tugas, Kabupaten Maybarat, Fakfak dan Bintuni 80% fokuskan pada operasi soft power, yaitu, ada pembinaan budaya, pendidikan dan agama,’’ jelas Aster.
‘’Itu sebab, setiap ada Satgas yang bertugas di Papua Barat dan Papua Barat Daya selalu dibekali kitab suci, atau perwira Bina mental (Bintalnya) dari yang Kristen, karena disesuaikan tipologi wilayah,’’ sambung dia. (rustam madubun)













